Munggahan, Solusi Nikmat Menyambut Bulan Ramadhan



Sahabat Soluni kali ini saya akan mengupas tentang "MUNGGAHAN", karena kebetulan saya asli sunda yang dan istilah itu sudah sangat biasa saya dengan ketika bulan puasa tiba dan biasa di lakukan sebelum puasa pertama di laksanakan.

Apa sahabat soluni tahu apa itu definisi munggahan? 

Munggahan (wikipedia) adalah tradisi masyarakat Islam suku Sunda untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang dilakukan pada akhir bulan Sya'ban (satu atau dua hari menjelang bulan Ramadhan). Bentuk pelaksanaannya bervariasi. umumnya berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama (botram), saling bermaafan, dan berdoa bersama. Selain itu ada pula yang mengunjungi tempat wisata bersama keluarga, berziarah ke makam orang tua atau orang saleh, atau mengamalkan sedekah munggah (sedekah pada sehari menjelang bulan puasa}.

Benarkan sahabat soluni?  munggahan itu ya seperti itu meskipun bervariasi cara melakukannya.

Munggahan berasal dari Bahasa Sunda unggah yang berarti naik, yang bermakna naik ke bulan yang suci atau tinggi derajatnya. Tradisi munggahan dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, untuk membersihkan diri dari hal-hal yang buruk selama setahun ke sebelumnya dan agar terhindar dari perbuatan yang tidak baik selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Ternyata Tradisi Munggahan juga Tumbuhkan Pariwisata lho sahabat soluni.

Bagaimana tidak? karena kebanyakan yang melakukan tradisi munggahan itu intinya bisa bersama keluarga, teman, kolega dll. untuk berkumpul dan bersyukur sekedar untuk makan dan menikmati pemandangan alam, makanya di beberapa daerah di Jawa Barat Tempat Wisata pasti akan ramai dikunjungi. kalau saya sendiri si... biasanya yang murah meriah. Di Pinggir Kali atau di tengah pesawahan sambil kumpul ngaliwet bareng teman atau keluarga. hehe...

Ternyata Tradisi Munggahan juga Timbulkan Kemacetan lho sahabat soluni.

Dilansir dari kompas.com, ketika munggahan tiba kemacetan timbul seperti yang terjadi di cibiru, Kota Bandung. Di beberapa titik, kendaraan berhenti total. Di beberapa titik lainnya, kecepatan kendaraan maksimal 10-20 KM/Jam. kendaraan di dominasi kendaraan pribadi terutama motor. Pengendara motor kebanyakan membawa barang bawaan cukup banyak di motornya. sampai sampai pengendara menggunakan bahu jalan  bahkan kendaraan umum pun bisa penuh berjejal seperti elf ada penumpang melebihi kapasitas hingga ada penumpang di atas mobil. Di kampung saya dendiri sih gak terjadi sampai begitu macet karena bukan jalanan ramai. tapi memang suara rombongan motor dan  mobil saja yang intentsitasnya lebih tinggi dan mengakibatkan kebisingan.

Ternyata ada Tradisi munggahan unik juga di Betawi Lho.

Di jelaskan Bang Azis Iskandarsyah  kompasiana Apabila di runtutkan Betawi ini lebih dekat akan budaya sunda, karena betawi sendiri bukanlah suku akan tetapi sebuah bentuk perpaduan dari berbagai suku yang membentuk budaya baru di Batavia.

Betawi sebuah budaya yang mungkin bisa di bilang unik dengan segudang sejarah yang melekat pada tradisinya. Istilah munggahan ini sendiri di Betawi di maknai dengan acara atau tradisi menyambut bulan suci Ramadhan. Bulan yang paling suci, yang bisa membawa hambanya pada sebuah kesucian karena bulan Ramadhan sendiri adalah bulan penuh ampunan. Maka tidak ayal masyarakat betawi sngat memaknai Tradisi Munggahan sebagai hari penuh syukur sebelum memasuki bulan Ramadhan. Munggahan sendiri biasanya dilakukan satu hari sebelum Ramadhan, biasanya ada yang menyebut dengan istilah "Malem Munggah". Yang dimana keluarga, sanak saudara di betawi pada kumpul atau ngeriung di rumah orang tua atau yang di Tuain (Apabila orang tua telah tiada masyarakat betawi sangat menghormati orang yang lebih tua selain Ibu dan Bapak Seperti Mamang (Paman), Ence (Bibi) atau Abang.

Sebelum memasuki malam munggah itu sendiri masyarakt betawi biasanya menziarahi makam orang tua (pada umumnya dilaksanakan pada jum'at terakhir ramadhan) Dan biasanya pada masyarakat yang benar-benar akan kental tradisi betawinya yang paling mencolok adalah mereka mengadakan yang namanya " Ngaduk Dodol". Ngaduk dodol ini sendiri memang biasanya dilakukan pada acara-acara penting seperti mau nikahan dan mau munggahan. Selain ngaduk dodol yang paling khas pada munggahan adalah, orang betawi biasanya ngasih seserahan buat diolah bagi yang sudah berkeluarga kepada orangtua, biar dapat berkahnya. Soalnya, tidak ada berkah paling bagus selain berkah kita menghormati orang tua, Istilah orang betawi yaitu : Asal Baba sama Ema Seneng, apa ge ktia lakuin" demikian pungkah Bang Azis Iskandariyah dalam artikelnya.

Demikian sahabat soluni yang bisa saya kupa tentang munggahan. artikel ini soluni tulis karena bulan Ramadhan tinggal menghitung hari ditengah hiruk-pikuk ramainya Pesta Demokrasi 17 April Kemarin. Semoga kita semua selalu menjaga persaudaraan dan persatuan. Terimakasih.

0 Response to "Munggahan, Solusi Nikmat Menyambut Bulan Ramadhan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel